Bagaimana Sejarah Puasa Asyura Sesuai Tuntunan Rasulullah bagi Umat Islam? Inilah Info Lengkapnya.

- Kamis, 14 Juli 2022 | 16:10 WIB
Ilustrasi, menunaikan puasa Asyura sesuai tuntunan Rasulullah bagi umat Islam
Ilustrasi, menunaikan puasa Asyura sesuai tuntunan Rasulullah bagi umat Islam

Bulan Muharam adalah bulan awal di antara 12 bulan dalam kalender Hijriah, yang berarti masuk tahun baru Islam.

Adapun amalan sunah yang dianjurkan bagi umat Islam untuk dilaksanakan pada bulan Muharam 1444 H, seperti puasa Asyura dan puasa Tasu’a.

Puasa Asyura hukumnya sunah yang dilaksanakan pada 10 Muharam 1444 H. Sementara, puasa Tasu’a dilakukan sehari sebelumnya, yaitu pada 9 Muharam 1444 H.

Perlu diketahui, ada sejarahnya bahwa umat Islam diperintahkan menunaikan puasa Asyura di bulan Muharam.

Menurut ustaz Abdul Somad, terdapat puasa sunah khusus di bulan Muharam yang tidak akan dijumpai pada bulan lainnya, yaitu puasa Asyura.

Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharam. Namun, umat Islam dianjurkan menunaikan puasa pada 9, 10, 11 Muharam.

Jika tidak sanggup berpuasa tiga hari berturut-turut, pilihlah melaksanakan puasa pada 9 dan 10 Muharam.

Itulah yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad Saw. kepada umat Islam. Puasa selama tiga hari bertujuan untuk menyelisihi kaum Yahudi di Madinah yang juga melaksanakan puasa pada 10 Muharam.

Konon di Madinah, terdapat tiga suku kaum Yahudi, yaitu Yahudi Bani Nadhir, Yahudi Bani Quraidhah, dan Yahudi Qainuqa.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X