Mengapa Kecerdasan Hibrida Adalah Masa Depan AI?

- Minggu, 8 Mei 2022 | 04:00 WIB
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Analytics Insight) (Ida Farida)
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Analytics Insight) (Ida Farida)

HARIANHALUAN.COM - Mayoritas pekerjaan di era digital akan dilakukan oleh Hybrid Intelligence, yang menggabungkan kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan (AI).

Sebagian besar pekerjaan di era digital akan dilakukan oleh Hybrid Intelligence, yang menggabungkan kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan (AI), menggunakan kualitas pelengkap yang ketika digabungkan akan saling meningkatkan produktivitas.

Kecerdasan buatan dan manusia berkembang pada tugas yang sangat berbeda. Paradoks Moravec mengklaim bahwa relatif mudah untuk membuat sistem komputer bekerja dengan baik pada tes IQ atau bermain catur, tetapi sulit jika memberi mereka kemampuan persepsi dan gerakan anak berusia satu tahun.

 

Mengapa Kecerdasan Hibrida (Hybrid Intelligence) Penting? 

Kecerdasan buatan (masih) terbatas cakupannya, tetapi manusia pada umumnya tidak. AI unggul dalam melakukan tugas yang tepat dan terdefinisi dengan baik berdasarkan jenis data tertentu dan dalam pengaturan yang terkontrol. Dibandingkan dengan manusia yang hanya dapat belajar dari beberapa contoh dan tidak dapat beroperasi dengan jenis data khusus, seperti data lunak.

Kecerdasan umum buatan akan membutuhkan sejumlah besar data pelatihan. Di sinilah manusia memiliki keunggulan kompetitif yang tak tertandingi dan sangat penting untuk peranannya di sini.

Karena otak dan kecerdasan buatan menggunakan algoritma yang sangat berbeda, masing-masing unggul. Algoritme pembelajaran mesin mengungguli manusia dalam mendeteksi pola yang rumit dan halus dalam kumpulan data yang sangat besar. Namun, otak dapat memproses informasi secara efektif bahkan ketika ada gangguan dan ambiguitas dalam input — atau ketika situasi berubah secara tak terduga.

Inilah sebabnya mengapa manusia dan AI harus berkolaborasi dan bergabung sebagai kecerdasan hibrida. Menurut penelitian, ini persis bagaimana para eksekutif membayangkan masa depan pekerjaan: AI merupakan 67% dari mereka, sehingga memungkinkan orang dan robot untuk berkolaborasi dalam memanfaatkan keterampilan masing-masing.

Halaman:

Editor: Ida Farida

Sumber: Analytics Insight

Tags

Terkini

Wah, Pengguna WhatsApp Bisa Sembunyikan Nomor HP?

Jumat, 12 Agustus 2022 | 12:28 WIB

Ngeri! Lubang "Alien" Ditemukan di Dasar Laut

Senin, 1 Agustus 2022 | 12:35 WIB
X