Setelah Kripto Terperosok, Ancaman Phishing Hantui Metaverse

- Kamis, 19 Mei 2022 | 03:53 WIB
Ilustrasi Phishing (Analytics Insight) (Ida Farida)
Ilustrasi Phishing (Analytics Insight) (Ida Farida)

HARIANHALUAN.COM - Sejak awal 2022, banyak hal nahas yang membuat kripto jatuh terperosok. Mulai dari mata uang kripto kenamaan seperti Bitcoin dan Terra hingga Memecoin Shiba Inu, semuanya mengalami penderitaan serupa akibat kebijakan yang dikeluarkan The Fed untuk menaikkan suku bunga. 

Kendati demikian, disaat Cryptocurrency mengalami banyak hal buruk, justru Metaverse menjadi pusat daya tarik. Melihat minat yang besar pada Metaverse, penjahat dunia maya mulai menargetkan pengguna dengan serangan phishing yang dibuat di berbagai platform Metaverse.

Menurut laporan phishing brand Q4 2021 oleh Check Point Research, platform Metaverse Roblox adalah merek ke-8 yang paling banyak ditiru untuk kena serangan phishing selama kuartal tersebut. Meskipun Roblox hanya menyumbang 3 persen dari semua serangan phishing, hal ini menjadi phishing pertama kali yang terjadi di platform Metaverse.

Baca Juga: Rilis 19 Mei 2022, Yuk Intip Spesifikasi Xiaomi Redmi 10A!

Mengutip Analytics Insight pada Kamis (19/5), “Dalam metaverse, penipuan dan serangan phishing yang menargetkan identitas Anda bisa datang dari wajah yang familiar – secara harfiah – seperti avatar yang meniru rekan kerja Anda, bukan nama domain atau alamat email penipuan. Jenis ancaman ini bisa menjadi pemecah kesepakatan bagi perusahaan jika kita tidak ditangani sedini mungkin.”

Brand Phishing Attacks

Jenis phishing ini cukup efektif karena target lebih cenderung mengekliknya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Metaverse secara luas mengacu pada gagasan platform virtual yang dapat diakses melalui perangkat yang berbeda dan di mana orang dapat bergerak melalui lingkungan digital.

Mengingat minat yang besar pada Metaverse di India, serangan phishing brand dapat diperkirakan akan terus meningkat. Menurut laporan November 2021 oleh DappRadar, lebih dari setengah juta pengguna di India telah menunjukkan minat pada proyek Metaverse dan NFT, yang tertinggi ketiga di dunia setelah AS dan Indonesia.

Dalam serangan phishing brand, pelaku akan mengirim email palsu yang dibuat dengan hati-hati yang tampaknya berasal dari brand itu sendiri atau salah satu mitranya. Tujuannya adalah untuk meyakinkan pengguna bahwa email tersebut asli dan kemudian mengelabui mereka untuk mengeklik tautan atau lampiran berbahaya. Tujuan utamanya adalah untuk masuk ke akun dan sistem mereka dan mencuri informasi pribadi atau kredensial perbankan.

Halaman:

Editor: Ida Farida

Sumber: Analytics Insight

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Chipset Ukuran 3 Nanometer Tengah Disiapkan TSMC

Jumat, 24 Juni 2022 | 21:16 WIB
X