Twitter Didenda Rp2,1 Triliun, Begini Kronologinya

- Kamis, 26 Mei 2022 | 12:14 WIB
Ilustrasi Twitter di Smartphone (Pixabay.com)
Ilustrasi Twitter di Smartphone (Pixabay.com)

HARIANHALUAN - Twitter dilaporkan tengah menghadapi hukuman denda dengan nilai fantastis, di mana dijatuhkan oleh Departemen Kehakiman AS dan juga Komisi Perdagangan Federal (FTC).

Dikutip dari Reuters melalui Okezone.com, Kamis, 26 Mei 2022, nilai dendanya sebesar 150 juta dolar AS atau setara Rp2,1 triliun akibat terbukti melanggar privasi pengguna berupa penggunaan data nomor telepon untuk penargetan iklan.

Baca Juga: Donald Trump Tolak Tawaran Elon Musk untuk Kembali Gunakan Twitter

Karena pelanggaran privasi tersebut, tentunya keamanan data pengguna kini dipertanyakan dan maka dari itu Pemerintah AS melalui FTC menggugat Twitter atas kesalahannya tersebut.

Twitter sendiri, telah menyetujui pembayaran denda bernilai besar itu karena telah menyalahgunakan data pengguna di rentang waktu Mei 2013 hingga September 2019.

"Twitter menyatakan kepada pengguna bahwa mereka mengumpulkan nomor telepon dan alamat email mereka untuk mengamankan akun mereka, tetapi ternyata Twitter gagal mengungkapkan bahwa itu juga menggunakan informasi kontak pengguna untuk membantu pengiklan dalam menjangkau audiens pilihan mereka," ungkap dokumen pengadilan membahas tuntutan itu.

Baca Juga: Elon Musk Minta Twitter Beri Bukti, Jika Akun Palsu Kurang dari 5 Persen 

Selain penyelesaian moneter, perjanjian tersebut mengharuskan Twitter untuk meningkatkan praktik kepatuhannya.

Kepala privasi Twitter, Damien Kieran, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dengan penyelesaian itu dilakukan dengan menyelaraskan bersama para agensi iklan mengenai pembaruan operasional dan peningkatan program untuk melindungi privasi dan keamanan pengguna.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Okezone.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ngeri! Lubang "Alien" Ditemukan di Dasar Laut

Senin, 1 Agustus 2022 | 12:35 WIB
X