Pabrik Tesla Rugi Miliaran Dolar AS, Begini Penuturan Elon Musk

- Jumat, 24 Juni 2022 | 22:26 WIB
Elon Musk (Kompas) (Ida Farida)
Elon Musk (Kompas) (Ida Farida)

HARIANHALUAN.COM - Elon Musk, pemilik perusahaan mobil listrik kenamaan Tesla mengungkap sejumlah alasan mengapa pabriknya mengalami kerugian besar. Pabrik mobil listrik Tesla yang berada di Texas dan Berlin dikabarkan alami kerugian sebesar miliaran dolar AS. Adapun penyebab utamanya karena kekurangan pasokan baterai pada proses produksi dan masalah di pelabuhan Cina.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh bos Tesla, Elon Musk, pada sebuah wawancara dengan Tesla Silicon Valley resmi Tesla. Mengutip Kompas dari Reuters pada Jumat (24/6), Musk berkata, "Berlin dan Austin adalah tungku uang yang sangat besar saat ini. Ini benar-benar seperti suara menderu, yang merupakan suara uang terbakar". 

Menurut penuturan Musk, pabrik Tesla di Texas hanya memproduksi mobil listrik dalam jumlah kecil karena tantangan yang dialami untuk meningkatkan produksi baterai "4680" barunya. Masalah itu diperparah dengan terjebaknya alat untuk membuat 2.170 baterai konvensionalnya di pelabuhan Cina.

Baca Juga: Ajaib Luncurkan Kripto, NFT Bored Ape Jadi Maskot Ajaib Kripto

"Ini semua akan diselesaikan dengan cepat, tetapi akan membutuhkan banyak perhatian," jelas Musk. Kendati demikian, Musk menyampaikan bahwa pabriknya di Berlin berada dalam kondisi sedikit lebih baik karena mulai menggunakan baterai 2170 konvensional untuk mobil yang dibuat di pabrik sana.

Selain dua kendala besar di atas, lockdown akibat Covid-19 di Shanghai, Cina juga membuat pabrik Tesla kesulitan. Penutupan itu tidak hanya memengaruhi produksi mobil di pabrik Tesla di Shanghai, melainkan juga di pabrik yang berada di California, yang mana produksinya mengandalkan beberapa suku cadang mobil buatan Cina.

Berdasarkan memo internal yang dilihat oleh Reuters, Tesla berencana untuk menangguhkan sebagian besar produksi di pabrik yang ada di Shanghai selama dua pekan pertama bulan Juli. Upaya itu dilakukan guna meningkatkan pabrik agar produksi tetap meningkat. 

Kekhawatiran terbesar Tesla yaitu bagaimana perusahaan dapat menjaga pabrik agar tetap beroperasi sehingga dapat membayar orang dan tidak alami kebangkrutan. Musk mengatakan bahwa perusahaannya perlu memotong sekitar 10 persen dari tenaga kerjanya dan menghentikan semua perekrutan di seluruh dunia. Tak hanya itu saja, dia bahkan mengatakan akan memotong gaji pegawai Tesla sebesar 10 persen selama tiga bulan ke depan.

Editor: Ida Farida

Sumber: kompas.com

Tags

Terkini

Wah, Pengguna WhatsApp Bisa Sembunyikan Nomor HP?

Jumat, 12 Agustus 2022 | 12:28 WIB

Ngeri! Lubang "Alien" Ditemukan di Dasar Laut

Senin, 1 Agustus 2022 | 12:35 WIB
X